• SMA NEGERI 1 TAMBUN SELATAN
  • Maju Bersama Hebat Semua

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Berbasis HOTS DI MASA PANDEMI COVID 19

Dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) yang telah diikuti oleh sekitar 1.812.565 peserta didik SMA dan MA di seluruh Indonesia yang berlangsung pada April 2018, menimbulkan permasalahan yang sempat viral di media sosial. Keluhan yang banyak terjadi adalah mengenai sulitnya soal soal UN terutama soal Ilmu Pengetahuan Alam salah satunya Fisika. Mendikbud, Muhadjir Effendy dalam sebuah kesempatan menyatakan bahwa bobot pada soal-soal UNBK, terutama mata pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam memang berbeda dengan penilaian biasanya. Kementerian Pendidikan sudah mulai menerapkan standar internasional, baik itu untuk soal-soal Matematika, literasi, maupun untuk Ilmu Pengetahuan Alam yaitu yang memerlukan daya nalar tinggi, atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Pemerintah mengharapkan para peserta didik mencapai berbagai kompetensi dengan penerapan HOTS atau Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Kompetensi tersebut yaitu berpikir kritis (criticial thinking), kreatif dan inovasi (creative and innovative), kemampuan berkomunikasi (communication skill), kemampuan bekerja sama (collaboration), dan kepercayaan diri (confidence). Lima hal yang disampaikan pemerintah yang menjadi target karakter peserta didik tersebut pada sistem evaluasi, yaitu dalam UN dan juga merupakan kecakapan abad 21. Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (High Order Thinking Skills/HOTS) juga diterapkan menyusul masih rendahnya peringkat Programme for International Student Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dibandingkan dengan negara lain, sehingga standar soal UN ditingkatkan untuk mengejar ketertinggalan

Grafik

Hasil TIMMS tahun 2015 untuk Indonesia mendapatkan rata-rata nilai 397 dan menempati peringkat 4 terbawah dari 43 negara yang mengikuti TIMMS (Sumber: TIMMS 2015 International Database). Sekitar 75% item yang diujikan dalam TIMSS telah diajarkan dan hal tersebut lebih tinggi dibanding Korea Selatan yang hanya 68%, namun kedalaman pemahamannya masih kurang. Dari sisi lama pembelajaran peserta didik dan jumlah jam pelajaran fisika, Indonesia termasuk paling lama di antara negara lainnya, tetapi kualitas pembelajarannya masih perlu ditingkatkan.

Sementara untuk PISA tahun 2015, Indonesia mendapatkan rata-rata nilai 403 untuk sains (peringkat ketiga dari bawah), 397 untuk membaca (peringkat terakhir), dan 386 untuk matematika (peringkat kedua dari bawah) dari 72 negara yang mengikuti (Sumber: OECD, PISA 2015 Database). Meskipun peningkatan capaian Indonesia cukup signifikan dibandingkan hasil tahun 2012, namun capaian secara umum masih di bawah rerata negara OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development). Bila peningkatan ini terus dipertahankan, maka pada tahun 2030 capaian Indonesia diprediksi dapat menyamai OECD.

Melihat hasil pengamatan yang menunjukkan masih rendahnya kemampuan berpikir kritis fisika siswa maka sebagai pendidik, guru perlu merubah model pembelajaran dari sistem teacher centered ke student centered. Guru perlu memilih model pembelajaran yang sesuai dengan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Implementasi Kurikulum 2013 menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses menggunakan 3 (tiga) model pembelajaran yang diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah Model Penyingkapan/Penemuan (Discovery Learning). Model pembelajaran penyingkapan/penemuan (Discovery Learning) adalah memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Discovery terjadi bila individu terlibat terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip. Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan, dan inferensi. Proses di atas disebut cognitive process sedangkan discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilating concepts and principles in the mind (Robert B. Sund dalam Malik, 2001:219). Langkah kerja (sintak) model pembelajaran penyingkapan/penemuan adalah sebagai berikut:

  • Pemberian rangsangan (stimulation);
  • Pernyataan/Identifikasi masalah (problem statement);
  • Pengumpulan data (data collection);
  • Pengolahan data (data processing);
  • Pembuktian (verification); dan
  • Menarik simpulan/generalisasi (generalization)

Pembelajaran yang berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi adalah pembelajaran yang melibatkan 3 aspek keterampilan berpikir tingkat tinggi yaitu: transfer of knowledge, critical and creative thinking, dan problem solving. Dalam proses pembelajaran keterampilan berpikir tingkat tinggi tidak memandang level KD, apakah KD nya berada pada tingkatan C1, C2, C3, C4, C5, atau C6.

Dalam pembelajaran daring, mungkin sangat sulit dalam menerapkan pembelajaran yang berbasis HOTS namun bukan berarti tidak bisa ditengah keadaan yang serba keterbatasan. Sebagai seorang guru, dapat merancang suatu pembelajaran yang berarti yang dapat melibatkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Guru dapat menerapkan ICT dan TPACK di dalam pembelajaran di dalam kelas virtual. Video animasi dan simulasi PHET adalah salah satu yang dapat membantu guru dalam menerapkan pembelajaran HOTS. Peserta didik perlu dibiasakan pembelajaran berbasis HOTS karena peserta didik perlu memiliki keterampilan pembelajaran abad 21 yang dibutuhkan sebagai modal di masa mendatang.


Teguh Aerlangga, S.Pd
Guru Fisika SMAN 1 Tambun Selatan

 

Tulisan Lainnya
Para Pejuang Ujungan Bekasi

Budaya merupakan warisan yang diturunkan oleh para nenek moyang kita. Warisan yang wujudnya bukanlah sebuah benda, melainkan sebuah seni untuk kita pelajari. Di era globalisasi ini buda

18/08/2021 11:25 WIB - TIM ICT smantas
Menjadi Remaja yang Cerdas dalam Berinternet

Tema: Literasi, Moderasi dan Indahnya Keberagaman Subtema: Pemahaman dan peran serta siswa dalam menghadapi disrupsi teknologi seperti banjir informasi medsos, hoaks, dan lain-lain. Jud

18/08/2021 10:23 WIB - TIM ICT smantas
DIBUKA PPDB SMAN 1 Terbuka Tambun Selatan 2021

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMA TERBUKAINDUK SMAN 1 TAMBUN SELATAN KABAR GEMBIRA !!!ANDA BELUM SEKOLAH.. ANDA PUTUS Sekolah.. Atau ANDA SUDAH Bekerja..Bila ANDA berumur kurang dari 21

15/07/2021 19:09 WIB - TIM ICT smantas
Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 2 dan Proses Daftar Ulang

Hasil Seleksi Tahap 2 PPDB SMAN 1 Tambun Selatan,- Jalur ZONASI dapat dilihat di link : PPDB JABAR 2021  atau dilink HASIL SELEKSI SMAN 1 TAMBUN SELATAN, Hari Jumat,

09/07/2021 08:17 WIB - TIM ICT smantas
Undangan Uji Kompetensi PPDB Jalur Prestasi Kejuaraan

   

15/06/2021 12:17 WIB - TIM ICT smantas